Jumat, 09 Maret 2012

Sudah Sarapan Tapi Masih Lapar, Ini Penyebabnya

img
Sarapan yang dilakukan saat pagi hari seharusnya bisa memberikan energi dan membuat tubuh kenyang, tapi beberapa orang kadang tetap merasa lapar meski ia sudah sarapan. Kenapa begitu?

Umumnya rasa lapar yang muncul di pagi hari lebih dikarenakan seseorang belum sarapan, kondisi ini memicu seseorang untuk mengambil cemilan yang tidak sehat seperti donat, kue atau makanan lain yang tidak bergizi.

Namun ada orang yang tetap merasa lapar meski ia sudah mendapatkan sarapan yang cukup, berikut hal-hal yang membuat orang tetap merasa lapar, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (10/3/2012) yaitu:

1. Mengonsumsi sarapan yang tidak sehat
Sarapan yang penuh dengan gula dan karbohidrat olahan mungkin akan membuat seseorang merasa kenyang, tapi ini hanya bertahan beberapa saat saja dan akan muncul rasa lapar lagi. Karbohidrat olahan ini akan segera diubah dalam tubuh menjadi gula dan menimbulkan rasa tidak puas.

Sebaliknya sarapan dengan karbohidrat kompleks akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, dan membuat perut terasa penuh untuk jangka waktu lama. Untuk itu mulailah hari dengan makanan yang sarat gizi seperti karbohidrat gandum (oatmeal dengan buah), sereal gandum dengan susu.

2. Tidak mengonsumsi air yang cukup
Perut yang terasa lapar ada kemungkinan akibat tidak minum cukup air, karena haus kadang ditandai dengan sinyal rasa lapar. Untuk itu jika muncul rasa lapar, cobalah mengonsumsi segelas air.

3. Tidak memiliki cemilan
Kadang meski sudah sarapan bergizi lengkap, orang akan merasa lapar beberapa jam setelahnya. Untuk itu diperlukan cemilan antara waktu sarapan dengan makanan siang. Pilihlah cemilan yang memiliki kandungan air tinggi seperti wortel, seledri, irisan apel atau buah lain.

stadion terbaser dan termewah di dunia


10. Estadio Azteca, Mexico City, Mexico

Stadion ini menjadi saksi sejarah Piala Dunia tahun 1970 dan 1986. Di lapangan sepakbola ini, Pele pernah menunjukkan kepiawaiannya mengocok bola dan mengecoh lawan. Pele berhasil membawa Brazil menjadi juara Piala Dunia 1970, dengan mengalahkan Italia 4-1. Tahun 1986, Diego Maradona menampilkan salah satu permainan terbaiknya. Saat itu, Argentina berhasil melibas Jerman.

9. Nou Camp, Barcelona, Spanyol

Lapangan ini berdiri pada 1957 dengan menghabiskan dana AS$3 juta. Nou Camp adalah lapangan sepakbola terbesar di Eropa, dengan kapasitas 120.000 penonton dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia 1982.

8. Old Trafford, Manchester, Inggris

Ini adalah salah satu stadion yang tak pernah luput dari huru-hara. Oleh sebab itu, jangan heran bila pada hari H pertandingan, aparat polisi mengelilingi seluruh penjuru stadion ini. Maklum saja, dari 68.000 tempat duduk yang tersedia, hanya 3.000 kursi yang disediakan untuk supporter lawan. Alhasil, mereka yang tak kebagian tempat duduk, banyak yang kecewa dan melampiaskannya dengan marah-marah. Jangan heran kalau MU selalu menang bila bertanding disini.

7. Estadio Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol

Real Madrid adalah satu dari kesebelasan sepakbola tertua di Eropa. Walau sudah terbentuk sejak 1902, tapi Real Madrid belum memiliki "kandang" sendiri sampai akhirnya lahir Stadion Chamartin 1924. Sayang, Chamartin hancur akibat perang sipil Spanyol, dan pemerintah setempat kemudian mendirikan Santiago Bernabeu di atas tanah tersebut pada 1947. Stadion ini menjadi tempat diselenggarakannya final Piala Dunia 1982. Kini, stadion ini sedang dimodifikasi dan diharapkan selesai pada 2005. Renovasinya dilakukan secara besar-besaran, tapi tak akan mengurangi keunikan dan sejarah yang telah dibuat.

6. Louis II, Monte Carlo, Monaco

Stadion yang dimaksud adalah versi baru dari Stadion Louis II, yang dulu dibangun 1937. Stadion ini adalah relokasi stadion itersebut, dan diresmikan pada 1985. Stadion yang memiliki arsitektur khas Monaco ini, memiliki kapasitas tempat duduk untuk 200.000 orang, dan merupakan salah satu stadion yang paling nyaman di Eropa.

5. Maracana, Rio De Janeiro, Brazil

Semua orang Brazil nampaknya menyuaki sepakbola. Tak heran bila parlemen setempat membuat stadion dengan kapasitas 125.000 kursi ini. sayang, tempat itupun nampaknya masih harus diperluas. Stadion yang sengaja dibangun untuk kepentingan Piala Dunia 1950 ini, kewalahan menampung 200.000 fans dua kesebelasan yang bertanding pada Piala Dunia 1950 disana. Stadion bersejarah ini menghabiskan AS$40 juta untuk biaya renovasi.

4. San Siro, Milan, Italia

Di Itali, orang tak bisa memisahkan San Siro dari sepakbola. Rumah kesebelasan Inter Milan dan AC Milan ini, adalah satu dari sedikit tempat di Itali untuk olahraga. Stadion ini memiliki kapasitas 80.000 kursi dengan penataan cahaya yang luar biasa cantiknya. Disana terdapat VIP lounge dan bar khusus penggemar fanatik setempat.

3. Stadio Olimpico, Rome, Italia

Italy suda dua kali menjadi penyelenggara Piala Dunia. Pertama, tahun 1934, Piala Dunia diselenggarakan di Stadio Del PFN, dan yang kedua, yakni final Piala Dunia 1990 di stadion ini. Stadion ini juga menjadi saksi sejarah gagalnya kesebelasan AS Roma meraih gengsi melalui finalti melawan Liverpool pada 1984. Pada Juni 2001, jutaan miliar dolar disuntikkan untuk renovasi stadion tersebut.

2. Azadi, Teheran, Iran

Dari namanya, Anda mungkin mengira Iran bukan tempat yang ideal untuk berbulan madu, padahal negara ini memiliki banyak tempat yang indah, termasuk stadion yang mampu menampung 100.000 penonton. Stadion ini pernah digunakan untuk Asian Games 1974.

1. International Stadium Yokohama, Yokohama, Jepang



Tahun 2002 menjadi sejarah karena Piala Dunia, untuk pertama kali dilangsungkan di Asia, dan diselenggarakan oleh dua negara Asia sekaligus. Stadion yang dibangun dengan biaya 60 milar Yen ini mampu menampung 70.000 penonton. Keistimewaan stadion ini adalah diselimuti oleh rumput jepang yang hijau alami, yang dipelihara secara khusus. Stadion ini memiliki jaringan pipa air panas yang ditanam di bawahnya, atap yang bisa dibuka dan ditutup, dua layar raksasa, 824 lampu dan dilengkapi alat untuk mengurangi bayangan