Selasa, 01 Mei 2012

9 Hal yang Harus Dilakukan untuk Melindungi Mata


img
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Mata adalah jendela dunia sehingga kita harus melindungi dan merawatnya dengan sebaik mungkin. Berikut ini ada 9 hal yang harus Anda lakukan untuk melindungi kesehatan mata seperti dikutip dari iVillage, Selasa (1/5/2012):

1. Tahu Kapan Saat yang Tepat untuk Periksa Mata
Bahkan dengan penglihatan yang sempurna, setiap orang perlu mendapatkan pemeriksaan mata sejak berusia 20 tahun lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan rutin setiap beberapa tahun setelah itu. Selain itu, pada usia 40 tahun, pemindaian dasar untuk mengetahui risiko penyakit yang membutakan seperti glaukoma juga perlu dilakukan.

"Anda mungkin takkan menyadari ada masalah dengan mata Anda, namun dokter mata Anda dapat mengidentifikasi perubahan yang halus sekalipun dan mengindikasikan adanya penyakit mata," ungkap Stephanie Marioneaux, M.D., jubir American Academy of Ophtalmology.

"Dokter juga bisa melihat tanda-tanda awal dari masalah kesehatan lainnya seperti hipertensi, diabetes atau lupus."

Jika Anda mengenakan kacamata, temui dokter mata Anda setidaknya dua tahun sekali, namun jika menggunakan lensa kontak, temui dokter mata Anda setahun sekali.

2. Pakai Kacamata Hitam Sepanjang Tahun
Sama seperti mengoleskan tabir surya, gunakan kacamata hitam setiap kali Anda keluar rumah. "Sinar UV menyebabkan kerusakan kumulatif pada mata yang bisa mengakibatkan kondisi seperti katarak," ujar Marioneaux.

"Pakailah kacamata hitam pada hari yang cerah maupun berkabut karena sinar UV dapat menembus awan." Kacamata hitam yang tidak terlalu mahal juga bisa digunakan asal bisa memblokir 100 persen sinar UVA dan UVB.

Kacamata dengan model yang hampir menutupi seluruh bagian mata adalah pilihan terbaik sehingga sinar matahari takkan bisa masuk dari samping. Bahkan jika lensa kontak Anda memiliki perlindungan UV, tambahkan penutup ekstra.

3. Belajar Mengobati Mata Kering
Biasanya kita berkedip sekitar 12-15 kali dalam semenit, namun di depan komputer, kita terus menatap layar dan hanya berkedip 5-6 kali per menit.

"Pada saat itu, air mata yang melembabkan mata menguap dan bisa menyebabkan mata kering, sebuah kondisi yang melibatkan sensasi menyengat dan berpasir pada mata Anda atau jumlah air mata menjadi berlebih," kata Richard Bensinger, M.D., jubir American Academy of Ophthalmology.

Perubahan hormon, penyakit autoimun dan obat-obatan seperti antihistamin juga berkontribusi terhadap mata kering.

Redakan gejala mata kering dengan menerapkan kain basah hangat pada mata Anda selama beberapa menit saat bangun tidur. Jangan jauh-jauh dari sebotol air mata buatan, namun jika Anda membutuhkannya lebih dari setiap dua jam sekali, pilih merk yang bebas pengawet.

4. Jangan Salahgunakan Lensa Kontak
Istirahatkan mata dan sekali-sekali pakai kacamata Anda. Jangan tidur dengan menggunakan lensa kontak.

Bersihkan lensa kontak dengan fresh solution (jangan pernah dengan air) setiap waktu, gosok lensanya untuk menghilangkan iritasi meski Anda menggunakan no-rub solution. Bersihkan juga tempat penyimpanan lensa kontak Anda dengan solution serta ganti tempatnya setiap 2-3 bulan sekali.

Jika mata Anda memerah, penglihatan kabur, berair atau sensitif terhadap cahaya, ganti dengan kacamata dan hubungi dokter mata Anda.

5. Perhatikan Riasan Mata Anda
Hapus riasan Anda sebelum tidur, terutama maskara yang dapat menjadi serpihan yang masuk ke mata Anda. Jika Anda menderita mata kering, hindari maskara bernuansa metalik atau berkilauan yang dapat meningkatkan iritasi mata, terutama bagi pengguna lensa kontak.

Selain itu, ganti maskara Anda setiap 6 minggu sekali jika Anda menggunakannya setiap hari karena bakteri dapat berkembang di dalam tabung maskara, kata Marioneaux.

Jika Anda mengalami infeksi mata, ganti seluruh produk riasan mata Anda sehingga mata Anda takkan terinfeksi lagi serta jangan pernah berbagi riasan mata.

6. Pakai Kacamata Keselamatan
Hampir separuh dari seluruh jenis cedera mata terjadi di dalam atau sekitar rumah. Memakai peralatan pelindung mata dengan panel sisi ketika menggunakan mesin-mesin yang digunakan di rumah seperti pemotong rumput dapat mencegah serpihannya masuk ke mata Anda.

Anda juga perlu memakai kacamata keselamatan jika mengamplas sesuatu atau menggunakan bahan kimia berbahaya seperti pembersih oven atau furnitur.

Jangan lupakan perlengkapan pelindung mata jika Anda melakukan olahraga berisiko tinggi seperti badminton.

7. Istirahatkan Mata Anda dari Komputer
Komputer takkan menyakiti mata Anda, namun membuat mata Anda kelelahan atau sebuah kondisi yang disebut sebagai computer vision syndrome (CVS). "Anda duduk di satu tempat dan mata Anda terfokus pada satu hal selama berjam-jam," ungkap Bensinger. "Mata Anda tidak dirancang untuk itu. Pada aktivitas lainnya seperti jalan-jalan, secara konstan fokus Anda berubah."

Oleh karena itu, "Istirahatkan mata Anda setiap 20 menit dengan melihat sesuatu yang jauh selama 20 detik. Gunanya untuk mengubah fokus Anda dan merelakskan otot mata."

8. Makan Makanan yang Sehat untuk Mata
Makanan yang tinggi nutrisi seperti vitamin C dan E, seng, lutein dan asam lemak omega-3 seringkali dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit seperti age-related macular degeneration (AMD) dan katarak.

Pilih buah seperti jeruk, kacang-kacangan, gandum utuh, sayuran berdaun hijau tua dan ikan seperti salmon atau sarden.

Orang yang berisiko mengalami AMD misalnya karena riwayat keluarganya sebaiknya menanyakan kepada dokter tentang suplemen yang disebut formula AREDS yang bisa memperlambat kemajuan penyakit tersebut.

Mata kering juga bisa diredakan dengan melengkapi menu makan dengan omega-3, baik dari makanan dan suplemen (namun jangan lupa tanyakan kepada dokter tentang dosisnya).

9. Ketahui Gejala Mana yang Mengkhawatirkan
Gejala-gejala tertentu yang terjadi pada mata bisa saja mengindikasikan bahwa Anda harus segera menemui dokter mata, ujar Bensinger.

Buatlah janji dengan dokter Anda secepat mungkin jika ada nyeri atau penurunan penglihatan di salah satu mata, mata merah tak sembuh dalam 1-2 hari, jika Anda tiba-tiba sensitif terhadap cahaya karena itu berarti ada tanda-tanda yang memungkinkan munculnya infeksi, cedera atau gejala awal penyakit mata.

Terasa ada pasir di dalam mata Anda, mata merah, berair dan/atau nyeri ketika Anda berkedip juga bisa mengindikasikan abrasi kornea. Semakin cepat Anda menemui dokter, semakin cepat Anda mendapatkan peredanya dan menyelamatkan penglihatan Anda

7 Langkah Membangun Jantung Sehat pada Anak


img
ilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Sekarang ini semakin banyak anak yang berisiko memiliki kolesterol tinggi dan diabetes tipe 2 yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Tapi penelitian di Australia baru-baru ini menyatakan bahwa perubahan gaya hidup yang dibuat sejak masih anak-anak seperti olahraga teratur dan mengontrol berat badan, cenderung mengurangi risiko penyakit jantung di kemudian hari.

"Faktor risiko penyebab penyakit jantung dimulai sejak usia dini. Ubahlah gaya hidup anak Anda mulai dari sekarang untuk mempersiapkan tubuh yang sehat ketika dewasa," kata Robert W. Morrow, MD, direktur medis dari University of Arkansas for Medical Sciences College of Medicine di Little Rock.

Berikut adalah cara untuk membangun jantung sehat pada anak Anda seperti dikutip dari ivillage, Selasa (1/5/2012), antara lain:

1. Berpikir Kreatif
Jika anak Anda tidak menyukai olahraga yang terorganisir, temukan cara lain yang melibatkan aktivitas fisik dalam kehidupan Anda bersama anak sehari-hari. Anda dapat membuat anak melakukan banyak gerak misalnya memutarkan video yang berisi tarian-tarian dan mengajak anak untuk melakukannya bersama-sama.

2. Batasi Waktu Menonton TV
Terlalu lama menonton TV akan meningkatkan masalah kesehatan seperti diabetes jika dilakukan dalam jangka panjang. Selain itu, anak-anak perlu berinteraksi secara sosial dan tidak hanya duduk di depan TV atau bermain video game sepanjang akhir pekan.

Batasi waktu anak untuk menonton TV atau bermain video game dengan mengajaknya melakukan kegiatan menyenangkan di luar rumah seperti berkebun atau berenang.

3. Siapkan Makanan Bersama
Mengajak anak menyiapkan makanan bersama akan membantu anak mengenal beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi keluarganya. Pilihlah makanan yang sehat untuk kesehatan jantung dengan menu yang seimbang

4. Perhatikan Bahan Makanan
Perhatikan label daftar bahan makanan pada makanan kemasan yang Anda beli. Makanan olahan mungkin akan banyak mengandung natrium atau bahan kimia tertentu. Jangan memilihkan makanan ringan yang mengandung banyak natrium, pengawet ataupun lemak yang buruk u8ntuk jantung anak.

5. Membuat Tradisi Keluarga
Buatlah kebiasaan keluarga yang sehat seperti rajin bersih-bersih rumah, jalan-jalan keliling kompleks di sore hari dan membaca majalah kesehatan dan olahraga. Dari kebiasaan sehat orang tuanya, anak kan mengikuti tradisi hidup sehat hingga beranjak dewasa.

6. Berbicara dengan Anak Tentang Kebiasaan Sehat
Ajak anak membicarakan hal-hal kecil mengenai kebiasaan sehat ketika sedang bersantai bersama keluarga.

7. Berikan Penghargaan pada Anak
Terkadang anak hanya akan melakukan kebiasaan sehat yang menurutnya sulit dilakukan jika diberikan penghargaan tertentu dari orangtuanya. Daripada membelikan makanan seperti permen atau coklat, lebih baik berikan anak ayunan atau permainan lain yang bagus untuk gerak anak. Anak yang aktif bergerak akan membuat jantungnya sehat.