Wabah influenza
Wabah flu babi yang menyerang beberapa negara saat ini tidak separah
wabah flu yang pernah ada dalam sejarah. Tapi dengan banyaknya orang di
bumi yang kebanyakan berdiam di kota dan bepergian dengan mudah,
membuat potensi wabah ini tidak akan mudah diatasi.
Wabah influenza pada tahun 1918 pernah melanda dunia dalam beberapa
bulan dan membunuh lebih dari 50 juta orang. Angka ini sangat luar
biasa jika dibandingkan penyakit lainnya yang tercatat dalam sejarah
untuk jangka waktu singkat.
Tidak seperti beberapa jenis virus flu yang banyak membunuh orang tua,
anak-anak, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah,
virus flu tahun 1918 ini menyerang orang dewasa muda. Dalam satu tahun,
rata-rata harapan hidup menurun sebesar 12 tahun.
Wabah pes
Sampai saat ini, belum ada yang dapat mengalahkan wabah di Eropa pada
abad ke-14 atau disebut juga Wabah Bubonic. Sebanyak 75 juta orang
meninggal dari populasi awal sebesar 360 juta.
Wabah ini disebabkan bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh hewan
pengerat dan kucing, namun menjadi sangat mematikan saat ditularkan
antar manusia. Gejalanya meliputi demam, meriang, lemas serta kelenjar
getah bening yang bengkak dan nyeri. Bahkan sampai saat ini, wabah ini
dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Wabah abad 14 ini mengaktifkan bakteri langka yang telah terbengkalai
selama berabad-abad di gurun Gobi, Asia. Setelah menyerang Eropa di
tahun 1320, bakteri ini berkembang sepanjang rute perdagangan dari Cina
melalui Asia dan akhirnya ke Italia pada tahun 1347, kemudian sempat
menyerang Rusia.
Penyakit akibat gigitan hewan : malaria, demam berdarah, chagas
Berbagai penyakit yang disebabkan oleh gigitan hewan telah membunuh
ratusan ribu orang setiap tahun. Kebanyakan penyakit ini disebabkan
oleh gigitan nyamuk.
Malaria menginfeksi lebih dari 350 juta orang setiap tahun, dan lebih
dari 1 juta orang meninggal dunia yang kebanyakan anak-anak muda di
Afrika selatan Sahara. Sedang nyamuk demam berdarah menginfeksi sekitar
50 juta orang setiap tahunnya, yang mana 500.000 dirawat di rumah sakit
dan 2,5 persen di antaranya meninggal.
Selain akibat gigitan nyamuk, rabies membunuh sekitar 55.000 orang di
seluruh dunia setiap tahunnya, sebagian besar kasus terjadi di Asia dan
Afrika. Sebagian besar kematian tersebut diakibatkan gigitan anjing
peliharaan yang terinfeksi.
Sekitar 16 juta orang atau lebih di Meksiko hingga Argentina
diperkirakan terserang penyakit Chagas yang ditularkan dari kotoran
kutu pemakan darah triatomines atau biasa disebut 'kutu pencium'.
Chagas banyak disebarkan oleh anjing atau ayam yang disimpan dalam
ruangan pada malam hari, sehingga memungkinkan kutu mengigit manusia.
HIV / AIDS
HIV atau virus penyebab AIDS berasal dari simpanse atau primata lain
dan diperkirakan telah menginfeksi manusia sejak satu abad yang lalu.
Virus ini menghancurkan sistem kekebalan tubuh dan memperbesar
kemungkinan terjadinya infeksi mematikan atau kanker. Salah satu
penyakit yang dipicu AIDS adalah tuberkulosis yang membunuh hampir
seperempat juta orang yang hidup dengan HIV setiap tahunnya.
Pada akhir 2007, diperkirakan 33 juta orang mengidap HIV, ditambah
sekitar 2,7 juta kasus baru untuk tahun 2011. Sekitar 2 juta di
antaranya meninggal dunia, termasuk 270.000 anak-anak.
Parasit penyebab gila : toxoplasma
Parasit Toxoplasma gondii menginfeksi otak lebih dari setengah populasi
manusia, termasuk sekitar 50 juta orang di Amerika. Parasit ini
diperkirakan dapat meningkatkan risiko neurotisisme dan dapat
menyebabkan skizofrenia. Gejala awalnya pada manusia menyerupai flu.
Kucing rumah yang dibiarkan menjelajah oleh pemiliknya adalah lebih
rentan terserang, biasanya didapatkan dari kotoran kucing. Tak hanya
kucing, parasit ini juga ditemukan pada mamalia lain di mana ia dapat
bereproduksi secara aseksual.
6. Borok perut
Helicobacter pylori adalah bakteri patogen yang menyebabkan borok usus
pada manusia. Bakteri ini diduga berasal dari singa, cheetah dan macan.
Penyakit ini masih berlanjut sampai hari ini pada kucing besar.
Ebola
Ebola adalah ancaman bagi gorila dan simpanse di Afrika Tengah. Virus
ini bisa menular antar manusia melalui kontak dengan darah atau cairan
tubuh dari orang yang terinfeksi. Ebola telah menewaskan beberapa ratus
orang pada pertengahan tahun 1970-an dan dapat disebarkan oleh
kelelawar yang tidak mati meski terinfeksi.
Gejalanya cukup mengerikan yaitu demam mendadak, rasa lemah yang
intens, nyeri otot, sakit kepala dan sakit tenggorokan, seringkali
diikuti dengan muntah-muntah, diare, ruam pada ginjal, gangguan pada
fungsi hati. Dalam beberapa kasus menyebabkan pendarahan internal
maupun eksternal.
Polio, frambusia, Anthrax
Para ilmuwan menduga simpanse di Taman Nasional Gombe Streaming,
Tanzania mengidap polio dari manusia. Ada juga kekhawatiran gorila
tertular frambusia dari manusia, penyakit yang terkait dengan sifilis
namun tidak menular secara seksual.
Gorila dan simpanse di Afrika Barat telah terbunuh oleh wabah antraks,
yang diduga berasal dari ternak yang digiring oleh manusia. Namun ada
juga kemungkinan kejadian ini disebabkan oleh antraks yang ada secara
alami ada di hutan.
Virus manusia yang membunuh simpanse : HRSV dan HMPV
Human respiratory syncytial virus (HRSV) dan human metapneumovirus
(HMPV) membunuh bayi-bayi di negara berkembang. Hampir semua bayi
manusia melakukan kontak dengan kuman, sehingga dapat mengembangkan
antibodi secara alami yang dirancang untuk melawan kuman.
Tapi ada bukti virus HRSV dan HMPV yang ditularkan langsung dari
manusia ke kera besar liar telah membunuh seluruh populasi simpanse di
bagian Afrika Barat pada tahun 1999 hingga 2006.
Kutu kemaluan pada manusia
Pada tahun 2007, manusia tertular kutu kemaluan dari gorila sekitar 3
juta tahun lalu. Kutu ini tidak menular karena tidur dengan gorila,
tapi jika tidur di sarang gorila atau makan bersama dengan gorila.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar